Dinsos Laksanakan Bimtek TKSK, 25 Persen Warga Kab. Solok Terdata Sebagai Keluarga Miskin

By dinsos 14 Jul 2018, 10:37:44 WIB rehabilitasi sosial penyandang disabilitas

Arosuka, Editor.-  Dua puluh lima persen masyarakat Kabupaten Solok masih terdata sebagai keluarga miskin, Beberapa masalah yang cukup umum pada keluarga miskin adalah rumah tidak layak huni dan anak-anak mereka yang putus sekolah.

 

Hal itu diungkapkan Bupati Solok H. Gusmal, SE, MM dalam sambutannya pada Bimbingan Teknis (Bimtek) Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Provinsi Sumatera Barat Tahun 2017 yang dilaksanakan di Guest House, Arosuka, Senin (20/3).

Selain itu, lanjut Bupati Solok, LGBT dan Narkoba menjadi fenomena sosial yang belakangan ini menjadi perhatian lebih bagi pemda Kab. Solok, karena laporan tentang  masalah sosial LGBT dan Narkoba menunjukkan grafik yang cukup tinggi.

“Saya merasa kemajuan zaman berbanding terbalik dengan kondisi sosial masyarakat. Semakin maju zaman, membuat perbedaan status sosial kian kontras terlihat. Diharapkan TKSK bisa membantu kami dalam memperoleh data yang akurat tentang masalah sosial di Kab. Solok. Karena pada visi kami kesejahteraan masyarakat merupakan sasaran yang harus kami capai,” kata Gusmal.

Sementara itu . Kadis Sosial Provinsi Sumbar Abdul Gafar dalam sambutannya mengatakan, database yang kita miliki menjadi kendala utama dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan seharusnya data ini bisa terus terupdate setiap 6 bulan sekali.

“Relawan TKSK sebagai ujung tombak dari Dinas Sosial dalam melakukan pendataan dan pendekatan langsung ke masyarakat akan menentukan hasil akhir yang bisa kita peroleh,” kata Abdul Gafar.

Sebelumnya Ketua Pelaksana Bimtek TKSK, Esti Pretiwi menjelaskan,  sebagai salah satu upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, Dinas Sosial Prov. Sumbar merasa perlu kembali mengadakan bimbingan teknis bagi kader TKSK.  Mereka harus terus ditingkatkan kemampuannya agar upaya peningkatkan kesejahteraan masyarakat bisa kita wujudkan.

“Sebagai relawan sosial, TKSK kecamatan harus bisa memahami perannya dan langkah yang harus di lakukan dalam pendekatan-pendekatan yang baik, agar data yang diperoleh benar-benar bisa dipertanggung jawabkan,” kata Esti Pretiwi.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment